Loading

KUDUS — Rapat Kerja Cabang (Rakercab) DPC NAAT Kudus juga membahas program pelestarian seni, budaya dan sejarah Islam Nusantara melalui bidang LSKN (Lembaga Seni dan Kebudayaan NAAT).
Dalam komisi sidang, Ketua LSKN menyampaikan program kerja berupa pengumpulan, pendataan dan penelitian cerita rakyat yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan Walisongo, sejarah dakwah Islam Nusantara, situs budaya hingga tradisi lisan masyarakat.
Program tersebut nantinya akan diarahkan menjadi bahan dokumentasi dan publikasi edukatif dalam berbagai bentuk media.
Ketua DPC NAAT Kudus, Abu Na'am Rasyid, menekankan pentingnya sinergi antar lembaga dalam merealisasikan program tersebut.
“Kolaborasi antar lembaga seperti LP3SN, LPN serta bidang Media dan Informasi sangat penting agar hasil penelitian dan kajian nantinya bisa diterbitkan dalam bentuk buku, komik maupun dipublikasikan melalui kanal YouTube, Facebook dan media sosial lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, pelestarian sejarah dan budaya tidak cukup hanya disampaikan secara lisan, namun juga harus dikemas melalui media modern agar lebih mudah dipahami generasi muda.
Rakercab DPC NAAT Kudus sendiri menghasilkan sejumlah program kerja lintas bidang yang akan dijalankan selama satu tahun ke depan, meliputi bidang penelitian nasab dan sejarah, pendidikan, dakwah, seni budaya, media informasi, kerakyatan ekonomi hingga penerbitan.
#dpcnaatkudus
#naatkudus.id
#rakercab
#sejarahwalisongo
#budayaislamnusantara
#walisongo