N U S A P I C T U R E S

Loading

Informasi

Artikel

Empat Orang di Damaran yang Menjadi Awal Lahirnya DPC NAAT Kudus


BREAKING HISTORY

Empat Orang di Damaran yang Menjadi Awal Lahirnya DPC NAAT Kudus

Di tengah derasnya arus organisasi modern yang lahir dengan kemeriahan dan panggung besar, perjalanan awal DPC NAAT KUDUS justru dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana: sebuah pertemuan kecil di kawasan makam Mbah Janas Damaran, Kudus.

Tak banyak yang mengetahui, sebelum organisasi ini resmi berdiri, Abu Naam Rasyid mengaku mengalami pengalaman spiritual pribadi berupa mimpi yang hingga kini masih diingatnya. Dalam mimpi tersebut, ia berada bersama tiga orang lain yang belum dikenalnya secara jelas. Salah satu sosok bahkan tampak samar. Mereka kemudian berdiri berjajar menghadap Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Dalam pengalaman batin itu, Gus Dur tampak duduk di kursi besar menyerupai singgasana. Tak lama kemudian, Gus Dur berdiri di belakang Abu Naam Rasyid dan meniup bagian belakang kepalanya. Pengalaman tersebut tidak pernah dijadikan legitimasi organisasi, namun dipandang sebagai refleksi spiritual pribadi yang baru terasa memiliki kesesuaian simbolik setelah berbagai peristiwa berikutnya terjadi.

Hanya Empat Orang Hadir

Sekitar sepekan setelah mimpi tersebut, tepat pada hari Ahad, digelar musyawarah pembentukan awal DPC NAAT Kudus di kawasan makam Mbah Janas Damaran. Awalnya, panitia telah menyiapkan konsumsi untuk sekitar 40 orang peserta. Namun ketika waktu pelaksanaan tiba, yang hadir secara langsung ternyata hanya empat orang :

Abu Naam Rasyid,

K. Rifa’i Jepang Kudus,

K.H. Alamul Huda,

dan Gus Nujumul Hidayat.

Meski berlangsung sederhana, forum tetap berjalan dengan penuh kesungguhan. Restu pembentukan turut diberikan secara virtual melalui sambungan video call oleh jajaran pusat NAAT yang saat itu masih berada di Bekasi, di antaranya Ketua Umum K.H. R. Ilzamuddin Sholeh dan Ketua LP3SN Jawa Tengah, Gus Islah.

Dalam forum tersebut, Abu Naam Rasyid diamanahi sebagai Ketua DPC NAAT Kudus.

Dinamika Awal Organisasi

Perjalanan awal organisasi ternyata tidak berjalan tanpa ujian. Dalam proses menuju pelantikan resmi, Gus Nujumul Hidayat memilih mengundurkan diri dari struktur kepengurusan. Keputusan tersebut diterima secara baik melalui musyawarah internal. Menariknya, setelah peristiwa itu terjadi, Abu Naam Rasyid mengaku kembali teringat pada sosok samar dalam mimpi yang dialaminya sebelum pembentukan organisasi. Namun refleksi tersebut dipandang sebagai pengalaman batin pribadi dan tidak pernah dijadikan dasar penilaian terhadap siapa pun. Posisi sekretaris kemudian dipercayakan kepada Kiswanto yang hingga kini masih aktif mendampingi perjuangan organisasi serta terlibat dalam berbagai proses konsolidasi internal.

Dari Forum Kecil Menjadi Organisasi Berkembang

Pasca pembentukan awal, para pengurus inti terus bergerak menyusun fondasi organisasi. Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) sederhana digelar di Pondok Pesantren Al Yasiniyyah Jekulo milik K.H. Alamul Huda untuk menyusun program kerja dan melengkapi struktur organisasi. Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Pada Ahad, 29 Desember 2024, DPC NAAT Kudus resmi dilantik setelah berhasil menghimpun sekitar 44 pengurus dan anggota awal. Namun tantangan besar kembali datang ketika organisasi menghadapi dinamika internal pada tahun pertama kepengurusan. Situasi tersebut sempat mengguncang stabilitas organisasi. Meski demikian, para pengurus inti tetap bertahan sambil menjalankan berbagai program : penerbitan buku, kajian sejarah, penelitian tokoh lokal, penelusuran makam dan nasab, hingga pengembangan jaringan anggota baru.

Melalui proses konsolidasi, akhirnya diterbitkan SK PAW periode 2025–2029 tertanggal 15 Desember 2025. Memasuki tahun 2026, gerak organisasi mulai semakin stabil. Rapat konsolidasi dan buka bersama digelar pada 27 Februari 2026, disusul Rakercab I pada 17 Mei 2026 di sekretariat Jalan Budi Utomo No. 11 Desa Jepang, Kudus.

Kini DPC NAAT KUDUS telah berkembang dengan membentuk : PAC Undaan, UPK Himayah NAAT, Bakorda, serta media dokumentasi digital resmi melalui : naatkudus.id

Perjalanan DPC NAAT Kudus menjadi bukti bahwa organisasi tidak selalu lahir dari keramaian. Kadang sejarah justru dimulai dari empat orang yang bertahan, sebuah forum kecil di Damaran, dan keyakinan untuk tetap berjalan meski diterpa berbagai ujian di masa awal perjuangan.

(Tim Nusa Pictures Indonesia)