N U S A P I C T U R E S

Loading

Informasi

Artikel

Di Tepi Pantai, Saya Belajar Lagi Arti Keluarga


Kadang hidup membuat seseorang terlalu sibuk menjadi “penting” di luar rumah. Ada yang sibuk dengan organisasi. Ada yang sibuk mengejar pekerjaan. Ada pula yang tenggelam dalam rapat, tanggung jawab, dan urusan yang seolah tidak pernah selesai. Sampai tanpa sadar, waktu berjalan begitu cepat. Anak-anak tumbuh dewasa. Menantu datang membawa warna baru dalam keluarga. Dan rumah yang dulu ramai oleh suara anak kecil, perlahan berubah menjadi tempat berkumpul lintas generasi.

Hari ini, saya memenuhi ajakan anak-anak dan mantu untuk refresing bersama ke salah satu pantai di Jepara. Sederhana. Tidak mewah. Tidak perlu perjalanan jauh. Namun justru di tempat sederhana seperti itulah saya kembali belajar tentang arti kebersamaan.

Di tepi pantai, saya melihat tawa yang lepas tanpa beban. Ada yang sibuk memotret ombak. Ada yang bercanda soal sandal yang hampir hanyut. Ada pula yang menikmati kopi sambil memandang laut sore. Kelihatannya biasa.

Tetapi saya sadar, momen seperti inilah yang suatu hari nanti justru paling dirindukan. Karena pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang siapa yang paling dikenal. Bukan pula tentang siapa yang paling sibuk. Melainkan tentang : siapa yang masih menyediakan waktu untuk keluarganya.

Ombak laut memberi pelajaran sederhana— bahwa hidup akan terus berjalan.

Maka selama masih ada kesempatan berkumpul, tertawa, dan saling menemani, jangan terlalu pelit menyediakan waktu untuk keluarga.

Sebab suatu hari nanti, yang paling dikenang bukan jabatan kita, melainkan kehangatan kita.

Abu Naam Rasyid