N U S A P I C T U R E S

Loading

Informasi

Artikel

LP3SN–NAAT Kudus Ungkap Dua Sosok “Arya Jipang”, Revisi Lokasi Makam Arya Penangsang

Kudus, Jawa Tengah — Penelitian terbaru yang dilakukan tim LP3SN–NAAT Kudus membuka babak baru dalam pembacaan sejarah Jawa abad ke-16. Melalui pendekatan terpadu—studi manuskrip, observasi lapangan, dan analisis arkeologis—tim peneliti menemukan bahwa istilah “Arya Jipang” selama ini disalahpahami sebagai satu tokoh, padahal merujuk pada dua sosok bersaudara.

Temuan ini sekaligus mengoreksi identifikasi makam Arya Penangsang yang selama ini menjadi perdebatan di berbagai daerah.


“Arya Jipang” Bukan Satu Orang

Berdasarkan kajian manuskrip kuno koleksi NAAT serta verifikasi tradisi lisan, istilah “Arya Jipang” merupakan sebutan berbasis wilayah atau jabatan, bukan nama tunggal individu.

Dari hasil penelitian, teridentifikasi dua tokoh:

  • Arya Tejakusuma (Kakak)
    Tidak terlibat konflik politik besar dan memiliki kedekatan dengan lingkungan ulama Kudus.
  • Arya Penangsang (Adik)
    Tokoh yang terlibat konflik politik dan dikenal luas dalam historiografi Jawa sebagai figur sentral dalam dinamika pasca-Demak.

Keduanya dalam manuskrip sama-sama disebut sebagai Arya Jipang, karena keterkaitannya dengan wilayah Jipang.

“Inilah akar kekeliruan historiografi yang berlangsung lama—dua tokoh berbeda diperlakukan sebagai satu figur yang sama,” demikian disampaikan dalam laporan kajian LP3SN.


Makam Kudus Diidentifikasi sebagai Arya Tejakusuma

Tim peneliti melakukan observasi pada makam bercungkup di kawasan kompleks makam Sunan Kudus. Hasil analisis menunjukkan:

  • Struktur bata kuno dengan pengkijingan
  • Lokasi berada di pusat kawasan ulama
  • Indikasi kuat adanya pemuliaan tokoh

Berdasarkan pendekatan historis-komparatif, makam tersebut diidentifikasi sebagai:

➡️ Makam Arya Tejakusuma (Kakak)

Bukan Arya Penangsang seperti yang selama ini berkembang di masyarakat.

“Karakter pemakaman di pusat ulama dengan struktur yang dimuliakan tidak selaras dengan profil tokoh yang wafat dalam konflik politik,” tulis tim peneliti dalam laporannya.


Desa Jepang, Mejobo: Lokasi Valid Makam Arya Penangsang

Sebaliknya, hasil kajian lapangan di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus menunjukkan kesesuaian kuat dengan karakter pemakaman Arya Penangsang:

  • Struktur makam masih sederhana
  • Belum mengalami pencandian besar
  • Batu nisan menunjukkan keausan tua
  • Berada dekat situs masjid lama

Seluruh indikator ini mengarah pada satu kesimpulan:

➡️ Makam Arya Penangsang berada di Desa Jepang, Mejobo, Kudus


Menolak Klaim Lokasi Lama

Penelitian ini juga secara tegas menolak sejumlah klaim lokasi makam Arya Penangsang yang selama ini beredar, antara lain di:

  • Blora
  • Demak
  • Palembang

Menurut tim LP3SN, klaim-klaim tersebut tidak memiliki kesesuaian antara data manuskrip, konteks sejarah, dan bukti arkeologis.


Pola Pemakaman Jawa-Islam Jadi Kunci Analisis

Kajian ini diperkuat dengan pola umum pemakaman tokoh Jawa-Islam abad ke-15–16:

  • Tokoh ulama dimakamkan di pusat dakwah atau sekitar masjid
  • Tokoh politik atau lokal dimakamkan di wilayah basis aktivitasnya

Dengan pola tersebut:

  • Arya Tejakusuma → dimakamkan di Kudus (lingkungan ulama)
  • Arya Penangsang → dimakamkan di Jepang, Mejobo (basis wilayahnya)

Rekomendasi dan Langkah Lanjutan

LP3SN–NAAT Kudus merekomendasikan:

  1. Penetapan Desa Jepang, Mejobo sebagai lokasi makam Arya Penangsang berbasis kajian ilmiah
  2. Penyusunan buku akademik berjudul “Koreksi Sejarah Arya Penangsang”
  3. Dokumentasi lanjutan berupa:
    • Pengukuran detail batu nisan
    • Pemetaan arkeologis
    • Publikasi akademik tingkat nasional

Penutup

Temuan ini menegaskan bahwa koreksi sejarah tidak selalu menghadirkan cerita baru, melainkan meluruskan yang selama ini tertukar.

➡️ Arya Penangsang tidak hilang dari sejarah.
➡️ Ia hanya selama ini dicari di tempat yang keliru.


(Nusa Pictures Indonesia / Dokumentasi Kajian LP3SN–NAAT Kudus)