Loading

Di tengah gencarnya upaya penyelamatan manuskrip kuno oleh pemerintah melalui Perpustakaan Nasional RI, muncul satu fakta menarik yang selama ini jarang diketahui publik : banyak manuskrip penting jaringan Walisongo ternyata masih tersimpan di tangan masyarakat, dzuriyah, pesantren, dan kiai kampung di berbagai daerah Nusantara. Mulai dari Madura, Jepara, Cilacap, Batang, Kudus hingga wilayah pesisir Jawa lainnya, manuskrip-manuskrip tua terkait jalur dakwah Walisongo masih hidup dalam jaringan ulama lokal.
Sebagian besar manuskrip tersebut berada dalam penguasaan jaringan Naqobah Ansab Auliya Tis'ah (NAAT), organisasi yang selama ini dikenal aktif dalam penelusuran nasab, sejarah, dan pelestarian warisan Auliya Tis'ah.
Di antara manuskrip yang disebut masih tersimpan dalam jaringan tersebut adalah manuskrip jalur : Sunan Ampel Sunan Giri Sunan Kalijaga Sunan Nyamplungan Apalagi disebutkan, sanad asli amaliyah Tahlilan jalur Sunan Ampel masih tersimpan di tangan salah satu dzuriyah di Cilacap.
Fenomena ini menunjukkan bahwa manuskrip Walisongo bukan hanya tersimpan di museum atau perpustakaan besar, melainkan tetap hidup di tengah masyarakat.
Sebagian berada di rumah-rumah sederhana, lemari kayu pesantren, hingga diwariskan turun-temurun oleh keluarga penjaga sanad.
Perpustakaan Nasional RI sendiri saat ini tengah mendorong masyarakat untuk melakukan pendataan dan registrasi manuskrip kuno agar tidak hilang, rusak, atau berpindah tangan tanpa jejak sejarah.
Menurut berbagai pegiat filologi, manuskrip seperti sanad, silsilah, catatan dakwah, ijazah keilmuan, hingga babad lokal memiliki nilai yang sangat penting dalam merekonstruksi sejarah Islam Nusantara.
Jika dikelola secara serius melalui digitalisasi, inventarisasi, dan konservasi, jaringan manuskrip yang tersebar di berbagai daerah ini dapat menjadi salah satu pusat sumber primer terbesar dalam studi pesisir Walisongo dan Islam Jawa.
Di sisi lain, para pemerhati sejarah juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam penerbitan naskah, terutama yang berkaitan dengan: sanad, nasab, garis keturunan, lokasi makam, dan sejarah kerajaan Islam Jawa.
Oleh karena itu, langkah pendataan dan pelestarian dinilai lebih mendesak dibandingkan sekadar publikasi terbuka.
Di balik lembaran kertas tua yang mulai rapuh, tersimpan kemungkinan besar potongan sejarah Nusantara yang belum terungkap sepenuhnya.
Dan bisa jadi, sebagian penjelasan hari ini masih tersimpan tenang di rumah-rumah para kiai kampung.
NUSA Pictures Indonesia